Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 November 2012
Selasa, 16 Oktober 2012
Selasa, 09 Oktober 2012
Extension pada Program Arcview
Pengertian
secara umum
Extension pada perangkat lunak
arcview merupakan fasilitas atau fungsi tambahan untuk mendukung suatu
proses tertentu. Secara umum semakin tinggi versinya semakin banyak
extensionnya.
Extension pada Arcview secara garis besar dapat
dibagi menjadi dua kelompok besar. Pertama yaitu Core Extension
yang terikat atau hadir secara otomatis bersama dengan modul standar perangkat
lunak Arcview versi yang bersangkutan. Extension ini dikembangkan oleh pihak
yang sama dengan pengembang perangkat lunak Arcview (modul standar). Sedangkan
yang kedua adalah Optional yaitu extension yang hadir jika terlebih dahulu
di-instal pada saat diperlukan oleh pengguna. Extension ini dikembangkan oleh
pihak yang sama dengan kelompok pertama, pengguna atau pihak ketiga yang
menyediakan extension-nya untuk kepentingan komersil ataupun non-profit
(gratis).
Berikut adalah beberapa contoh extension Arcview
baik yang tergolong core extension maupun optional extension yang telah dapat
diimplementasikan di dalam system perangkat lunak SIG Arcview versi 3.3, yaitu
:
A. Optional Extension
1. Spatial Analyst
Extension ini menyediakn jangkauan yang luas
mengenai kemampuan-kemampuan yang powerful dalam pemodelan spasial dan
analisis-analisis unsure-unsur spasial yang bersangkutan. Dengan extension ini
pengguna dapat membuat, melakukan query, memetakan, dan menganalisa data-data
citra raster dengan basis piksel/cell dan kemudian melakukan analisa data-data
spasial vector dan raster secara terintegrasi
ArcView Spatial Analyst digunakan untuk menemukan dan
mengerti lebih baik hubungan spasial dari data, sehingga dapat ditampilkan dan
menjalankan query guna menghasilkan suatu aplikasi yang diinginkan. Spatial
Analyst sangat berguna terutama karena kemampuannya untuk menggabungkan data
raster dan data vektor. Spatial Analyst menyediakan alat untuk membuat surface
(penampakan 3-dimensi) dan menganalisa karakteristiknya. Di bawah ini
adalah beberapa contoh masalah yang bisa dipecahkan dengan menggunakan Spatial
Analyst:
§ Menemukan lokasi yang paling baik untuk
sebuah tempat pembuangan limbah. Dalam aplikasinya maka perlu mempertimbangkan beberapa
variabel seperti potensi limbah, lokasi serta fasilitas transport dan lokasi
pembuangan yang sudah ada.
§ Menentukan prioritas lahan yang
akan direhabilitasi.Variabel yang harus diperhitungkan diantaranya adalah
slope, tutupan lahan, lokasi jalan utama.
§ Menentukan area penyangga; harus
dipertimbangkan antara lain lokasi dan sungai.
§ Mengalokasikan
lahan untuk perkebunan
Hasil dari analisa spasial ini
memiliki beragam fungsi, dari menjelaskan kondisi eksisting dari wilayah
perencanaan, mencari hubungan antara satu aspek dengan aspek perencanaan
lainnya, hingga menentukan peruntukan lahan yang sesuai berdasarkan
karakteristik spasialnya. Perangkat lunak GIS dapat melakukan banyak sekali
analisa spasial, yang secara teori dapat dikelompokkan menjadi tujuh jenis
analisa spasial,yaitu
· Measurements
Measurement adalah analisa spasial dasar yang
digunakan untuk mengukur data spasial, yang meliputi;
Ø
Koordinat untuk data spasial yang berbentuk Point.
Ø
Panjang dan koordinat awal-akhir untuk data spasial yang berbentuk
Garis.
Ø
Luas, Keliling, dan Koordinat Titik Pusat untuk data spasial yang
berbentuk Bidang
· Query
Query adalah analisa untuk mencari obyek
berdasarkan atribut data yang dimiliki, dan berupa;
Ø
Query berdasarkan data atribut yang dimiliki.
Ø
Query berdasarkan lokasi maupun posisi suatu obyek terhadap obyek yang
lain.
Ø
Query gabungan antara data atribut dan lokasi/posisi.
· Reklasifikasi
Reklasifikasi adalah analisa untuk merubah
ataupun menyederhanakan data dengan menggunakan metode;
Ø
Automatic Reclassification, dimana komputer akan melakukan reklasifikasi
secara otomatis.
Ø
Manual Reclassification, dimana data akan di-reklasifikasi berdasarkan
input pengguna
Ø
Table-based Reclassification
· Neighbourhood
Neighbourhood Anaysis adalah analisa untuk
melihat karakteristik spasial di sekitar suatu obyek.
Bentuk neighbourhood yang
paling umum adalah proximity analysis, yang berupa;
Ø
Proximity analysis, untuk melihat area pengaruh suatu obyek geografis.
Ø
Catchment analysis, untuk mencari obyek apa saja yang dipengaruhi suatu
obyek geografis.
· Interpolation
Interpolation pada dasarnya
adalah proses merubah data point menjadi area.
Metode interpolasi yang dapat digunakan adalah;
Ø
Discrete Interpolation untuk data yang bersifat Nominal / Ordinal.
Ø
Continuous Interpolation untuk data yang bersifat Interval / Rasio.
· Vector
Overlay
Vector Overlay analisa spasial
berdasarkan dua atau lebih data vektor.
Tujuan Vektor overlay adalah ;
Ø
Menghasilkan informasi baru.
Ø
Mencari keterkaitan antara dua atau lebih data.
· Raster
Overlay
Raster Overlay adalah analisa
spasial terhadap dua atau lebih data raster.
Tujuan dari Raster Overlay sama dengan Vektor
Overlay, dengan catatan;
Ø
Dilakukan terhadap Data Geografis yang bersifat Field.
Ø
Kebanyakan software GIS memerlukan data raster yang ukurannya persis
sama.
· Implementasi
Ovelay
Overlay adalah analisa yang relatif kompleks,
maka memerlukan prosedur;
Ø
Penentuan Tujuan dari Overlay.
Ø
Penentuan variabel yang akan digunakan.
Ø
Pemilihan metode overlay yang paling sesuai.
3D analysis merupakan extension yang diperlukan untuk
memuat file 3D,surface modeling dan membuat tampilan perpektif (perspective
viewing) suatu data spasial. Berkaitan dengan penyusunan data spasial lahan
kritis ,extension ini bersama-sama dengan spatial analyst digunakan dalam
pengolahan data kontur untuk menghasilakan data spasial kemiringan lereng.
Extension ini menyediakan fasilitas-fasilitas kualitas tinggi untuk
pembuatan, analisa, dan visualisasi data permukaan tiga dimensi.3. Image Analyst
Extension ini mempunyai kemampuan pencitraan
geografis ke dalam Arcview dengan menghadirkan sejumlah fungsionalitas analisa
citra digital termasuk rektifikasi citra, perbaikan warna, dan deteksi
perubahan sederhana.
Extention
ini digunakan untuk menampilkan dan menganalisi data citra format digital, baik
citra foto udara maupun citra satelit.Adanya extension ini sangat mendukung perolehan
sekaligus penyusunan data spasial sumberdaya alam dengan menggabungkan teknik
interpretasi citra dengan teknik digitasi layar .sehubungan dengan penyusunsn
data spasial lahan kritis, extension ini diperlukan dalam perolehan dan
penyusunan data spasial tutupan lahan(vegetasi) dan identifikasi zona-zona
erosi actual dari citra satelit.
Extension ini memungkinkan pengguna dalam
memecahkan berbagai masalah dengan menggunakan ide-ide jaringan geografis (seperti
jalan, sungai, saluran, pipa, kabel dan sebagainya) seperti mencari rute
perjalanan yang paling efisien, membuat arah-arah untuk suatu perjalanan, atau
mencari area-area pelayanan berdasarkan waktu perjalanan.
B. Core Extension
1. Projection Utility Wizard
Extension ini berguna untuk mengubah system
proyeksi dan system koordinat data spasial dari dan ke suatu proyeksi dan
system koordinat tertentu dan menyimpan hasil perubahan dalam suatu file
baru.Dalam penyusunan tata letak (layout)peta, untuk dapat menampilkan
graticule dan grid sekaligus, data spasial yang akna dibuat petanya harus
mempunyai system system proyeksi geographic dengan system koordinat
lintang bujur.Dalam analisis yang memerlukan perhitungan dimensilinier
seperti jarak dan luas , data spasial harus mempunyai system koordinat dengan
satuan jarak linier dan yang umum digunakan untuk system koordinat UTM.Untuk
dapat mengakomiodasi kedua maksud tersebut, data dapat dibuat dengan dua system
proyeksi dan koordinat yang berbeda sehngga diperlukan pengubahan system
proyeksi dan system koordinat.
2.
Geoprossesing Wizard
Extension ini merupakan sebuah tool yang
berbasiskan wizard (sekumpulan user interface kotak dialog) yang digunakan
untuk menjalankan fungsi-fungsi analisys spasial yang mencakup : dissolve
(menghilangkan batas-batas polygon yang bersebelahan untuk menggabungkan
unsure-unsur yang memiliki nilai atribut tertentu yang sama), merge
(menggabungkan themes), clip (memotong dengan unsure-unsur theme lain), union (menggabungkan
atau mengoverlaykan du theme), dan spasial join (melakukan penggabungan
table-tabel atribut theme berdasarkan hubungan spasial unsure-unsurnya).
Label:
TUGAS
Senin, 08 Oktober 2012
Acara 1. Pengenalan Software GIS dan Data Geografis
.Acara 1. Pengenalan software GIS dan Data Geografis
Nama : Selika Duwi
NIM : A0B011013
A. Pengenalan Software
B. Pengenalan Data Geografis
Dipraktikan pada tanggal :3 oktober 2012
(Tandatangan Praktikan)
Nama : Selika Duwi
NIM : A0B011013
A. Pengenalan Software
| No | Jenis Software | Kegunaan | Menu Program | Jenis Perintah | Fungsi Perintah |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ArcView versi 3.3 | Penayangan, Interpretasi visual, digitasi, pembuatan peta tematik | Menu Bar | File | Untuk membuka,menyimpan dan mengatur project atau window yang paling awal muncul pada arcview |
| Edit | untuk melakukan perbaikan tema dan grafik pada dokumen view | ||||
| View | untuk menambah,memperbesar dan membuka tema baru | ||||
| Theme | untuk mengatur urutan tema | ||||
| Graphic | untuk mengatur dan memilih grafik | ||||
| Toolbar |
|
Untuk melihat keseluruhan tema (seluruh data spasial yang akan ditampilkan). | |||
|
|
Untuk memilih atau selecting objek ada theme yang aktif | ||||
|
|
Untuk mengetahui informasi dari peta tersebut(memunculkan identifikasi atribut) | ||||
|
|
Untuk memperbesar pata dalam theme | ||||
|
|
Untuk memperkecil peta dalam theme | ||||
| 2 | ER Mapper versi 7.0 | Untuk menampilkan dan mengolah data | Menu Bar | File | Untuk membuka,menyimpan dan mengatur image window. |
| Toolbar | Untuk menampilkan tombol/ icon yang akan memudahkan kita dalam program aplikasi ini. | ||||
| Utilities | Untuk melakukan Import Dataset, Eksport Dataset, Croping, Megging, dan lain-lain. | ||||
| Windows | Untuk menampilkan Image Window yang telah kita tampilkan sebelumnya. | ||||
| Help | Untuk memberikan bantuan kepada pemakai apabila pemakai tidak dapat mengoperasikan perintah pada program | ||||
| Toolbar |
|
Untuk membuka halaman (Image Window) baru. | |||
|
|
Untuk menampilkan File . ers atau .alg yang kita pilih terhadap Image Window baru. | ||||
|
|
Untuk menggandakan window | ||||
|
|
Untuk menyimpan Algoritma yang kita buat. | ||||
|
|
Untuk menyimpan Algoritma yang kita buat pada file yang baru |
B. Pengenalan Data Geografis
| No | No. Reg Citra |
Daerah Liputan |
Jumlah Saluran | Jumlah Pixel | Luas (Ha) | Batas Geografis | Ket | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| X(LS) | Y(BT) | |||||||
| 1. | LandsatTM6 Band.ers | 7 band | 1752976 | 157.767.840 | 7:27:6.61S 7:48:43.4S | 108:46:46 6E 109:8:15:12E | ||
| 2. | SPOTPanCLP. ers | 1 band | 41938560 | 262.154.49 | 6841.73 23008.42 | 43811.88 60005.57 | ||
| 3. | FU CLP 01. ers | 3 band | 3069488 | 306.949 | 0.00 1756.00 | 0.00 1745.00 | ||
Dipraktikan pada tanggal :3 oktober 2012
(Tandatangan Praktikan)
Label:
TUGAS
Minggu, 30 September 2012
Tanah Inceptisol
TANAH INCEPTISOLS
A.
PENDAHULUAN
·
Pengertian
Incep
( permulaan) adalah tanah yang belum matang (immature) yang perkembangan profil
yang lebih lemah dibanding dengan tanah matang dan masih banyak menyerupai
sifat bahan induknya.
·
Keadaan inceptisol di Indonesia
Tanah
Inceptisols di Indonesia banyak di gunakan untuk penanaman padi sawah dan pada tanah berlereng
sesuai dengan tanaman tahunan, daerah yang berlereng curam sesuai untuk hutan
atau tempat rekreasi dan bahkan kawasan hutan lindung.
·
Intensitas pengelolaanya
Pada areal
perkebunan kopi ,teh ,coklat, atau yang lain sangat membutuhkan teknik budidaya
yang tepat antara lain : Pemupukan ,pengolahan tanah, pemberantasan hama, dan
perbaikan drainase yang sangat penting bagi inceptisols agar didapatkan
produktivitas tanah yang maksimal.
·
Prospek Pemanfaatan Di Indonesia
intensitas
pengelolaan di luar Jawa masih belum intensif dibandingkan di pulau Jawa,
sehingga produktivitas inceptisols di luar jawa lebih rendah, kecuali pada
areal perkebunan milik swasta maupun pemerintah.Hal ini karena di jawa lebih
banyak terdapat gunung berapi dimana inceptisols berkembang dari abu vulkan atau andisol, yang
mempunyai potensi untuk dikembangkan.
B. KARAKTERISTIK
TANAH INCEPTISOL
·
Faktor
– faktor pembentuk tanah yang dominan
a.
Bahan
induk yang sangat resisten terhadap pelapukan.
b.
Banyak
mengandung abu vulkanik dan tidak memenuhi sifat-sifat Andik.
c.
Posisi
dalam bentang lahan yang ekstrim yaitu daerah curam atau lembah
d.
Permukaan geomorfologi yang muda, sehingga
pembentukan tanah baru mulai.
·
Proses
Pembentukan Tanahnya
Tidak ada proses
pedogenik yang dominan kecuali leaching, meskipun mungkin semua proses
pedogenetik adalah aktif. Di lembah-lembah yang selalu tergenang air terjadi
proses gleisasi sehingga terbentuk tanah dengan khroma rendah.
Di tempat dengan
bahan induk resisten, proses pembentukan liat terhambat. Bahan induk pasir
kuarsa memungkinkan pembentukan hodison spodik melalui proses podsolisasi.
·
Sifat
fisik inceptisol dan morfologi
Sifat/Karakteristik tanah inceptisol adalah sebagai
berikut :
1.) Memiliki solum tanah agak tebal, yaitu 1-2 meter
2.)Warnanya hitam atau kelabu sampai dengan coklat tua
3.)Teksturnya debu, lempung berdebu, bahkan lempung
4.)Struktur tanahnya remah, konsistensinya gembur
memiliki pH 5,0 – 0,7
5.)Memiliki kandungan bahan organik cukup tinggi, yaitu antara
10%-30%
6.)Memiliki kandungan unsur hara yang sedang sampai
tinggi
7.)Produktivitas tanahnya dari sedang sampai tinggi
·
Kendala
Inceptisol
•
Penggunaan
inceptisol untuk pertanian atau non pertanian adalah beraneka ragam daerah-daerah yang berlereng curam untuk
hutan, rekreasi atau yang berdrainase buruk hanya untuk tanaman pertanian,
setelah drainase diperbaiki.
•
Inceptisol
yang bermasalah adalah sulfaquefts, yang mengandung
horizon sulfuric (catclay) yang sangat masam. Problem yang dijumpai karena
nilai pH sangat rendah (<4), sehingga sulit untuk dibudidayakan.
C.
KLASIFIKASI TANAH
1. Klasifikasi
tanah inceptisol
·
Tanah
Aluvial
Tanah aluvial
hanya meliputi lahan yang dipengaruhi aktifitas sungai atau mengalami
banjir,sehingga dapat di anggap masih muda dan belum ada diferensasi horizon.
·
Tanah
Latosol
Latosol meliputi tanah-tanah yang telah
mengalami pelapukan intensif dan perkembanga tanah lanjut, sehingga terjadi
pencucian unsur basa, bahan organik dan silica,
dengan meninggalkan sesquiuqsida sebagai sisa berwarna merah
·
Tanah
Mediteran
Jenis tanah
mediteran ini telah lanjut mengalami pembentukan tanah dengan cara lixiviasi
dan klasifikasi remah ,dan tekstur liat,konsistensi lekat, kadar bahan organic
rendah, reaksi alkalis, derajat penjenuahan basa tinggi , horizon B tekstur
berwarna kuning,merah, mengandung konkresi-konkresi kapur dan besi
·
Tanah
Andosol
Tanah
andosol atau juga disebut tanah vulkanis, berasal dari sisa abu vilkanik dari
letusan gunung berapi. Tanah jenis ini biasanya subur dan bertekstur gembur
hingga lempung, bahkan dibeberapa tempat bertekstur debu
2. Menurut Taksonomi Tanah
= Kunci untuk
order tanah inceptisol
Tropepts
Ochrepts
Umbrepts
q Kunci untuk
jenis
Aquepts,ada :
•
Halaquepts
•
Sulfaquepts
•
Plakaquept
Fragiaquepts
Plinthaquepts
Andaquepts
Humaquepts
Tropaquepts
q Kunci untuk jenis
Ochrepts,ada:
Fragiochrepts
Durochrepts
Kryochrepts
Ustochrepts
Xerochrepts
Eutrochrepts
Ochrepts
Dystrochepts
q Plaggepts
Merupakan
tanah-tanah yang mempunyai epipedon plagen yang tersusun dari kristalin dari
pada bahan-bahan proklastik.Kumpulan ini meliputi semua tanah-tanah yang
berdrainase bebas yang mempunyai epipedon pleggen kecuali beberapa andepts.
q Kunci untuk
jenis
Tropepts,ada:
Ò Humitropepts
Ò Sumbritropepts
Ò Ustropepts
Ò Eutropepts
Ò Tropepts
q Kunci untuk
jenis
Umbrepts, ada :
Fragiumbrepts
Cryumbepts
Xerumbrepts
Haplumbrets
3. Penyebaran Inceptisol Di Indonesia
q Inceptisol
dijumpai di Indonesia,umpamanya di sekitar daerah gambut – Martapura(
Kalimantan Selatan)yang disebut aquept
q Tropaqueps di jumpai
di sebelah selatan Gunung Muria ( Jawa Tengah), sedangkan ( Oxic) dystropepts
dijumpai di Pantai barat Sumatra , Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Selatan.
q Eutropepts di
jumpai pulau jawa tepatnya di sekitar kota Semarang dan bandung, di Bali di jumpai
di bagian barat dan Sumatera serta Sulawesi.
q Vitrandepts di
jumpai didaerah sumatera,jawa,bali,NTB dan NTT,serta Sulawesi dan Halmahera.
q Eutrandepts di
jumpai di pulau jawa,NTB dan NTT.Humitropepts di jumpai di jawa,sumatera dan
irian jaya
D. PEMANFAATAN
q Inceptisol di
Indonesia digunakan untuk pertanaman padi sawah , Tetapi pada tanah berlereng
cocok untuk tanaman tahunan atau tanaman permanen untuk menjaga kelestarian
tanah
Label:
TUGAS
Sabtu, 29 September 2012
Sistem Informasi Geografi
Sistem Informasi Geografis
(bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer
yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan
menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang
diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.
Label:
TUGAS
Langganan:
Postingan (Atom)
















